Kalau Mau Intervensi, Saya Perintahkan Batalion Datang dan Memagar KPK

Tak Berkategori

Jumat, 4 Agustus 2023 – 15:58 WIB

Jakarta – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan bahwa lembaganya akan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus korupsi yang menjerat Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

Baca Juga :

Jadi Tersangka Pencucian Uang, Rafael Alun Bedendang: Akan Ku Buat Rakyat Sengsara

Hal itu ditekankan Yudo setelah menggelar pertemuan dengan Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2023. Yudo menyebut pertemuan itu dilakukan dalam rangka koordinasi.

“Kalau ketemu kemarin ya koordinasi, silaturahmi. Tadi harus koordinasi, ya, kita koordinasi,” kata Yudo kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 4 Agustus 2023.

Baca Juga :

Pimpin Kenaikan Pangkat 53 Pati, Panglima TNI: Jaga Netralitas Pemilu 2024

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.

Yudo menegaskan, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI akan terus berkoordinasi dengan KPK sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. “Seperti yang disampaikan Presiden waktu itu: koordinasi, koordinasi, koordinasi. Tentunya kita sebagai penyidik Puspom TNI selalu berkoordinasi dengan KPK.”

Baca Juga :

Puspom TNI dan KPK Geledah Kantor Basarnas Hari Ini

Dia juga mengatakan tidak ada intervensi TNI terhadap KPK. Beberapa prajurit TNI yang dikerahkan ke KPK usai Henri ditetapkan sebagai tersangka bukan merupakan bentuk intervensi, sebab mereka pakar hukum yang diperintahkan untuk melakukan koordinasi sejak awal.

Halaman Selanjutnya

“Jadi, kalau intervensi itu saya memerintahkan batalion yang enggak tahu apa-apa, datang ke situ, memagar KPK—itu intervensi. Yang kemarin datang itu para pakar hukum, semuanya tahu tentang hukum, dan kita perintahkan untuk koordinasi,” katanya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *